Langsung ke konten utama

Sejarah PP-IKPM Gontor

 


Sejarah PP-IKPM Pondok Modern Darussalam Gontor

KEPING I

Pada tahun 1949, kongres Muslimin Indonesia diadakan di Yogyakarta. KH. Imam Zarkasy turut hadir pada kesempatan itu. Beliau berangkat dengan menggunakan kereta uap,  melewati Surabaya demi keamanan. Beliau berangkat ditemani Mukari.

Beliau bertemu dengan 6 orang peserta lain dari Kalimantan, yang dipimpin oleh H. Idham Cholid, alumni Gontor. Ketika Kongres Muslimin dilaksanakan, banyak alumni Gontor yang menjadi wakil daerah dan organisasi. Pada pertemuan itu, terjadi jalinan keluarga yang sangat erat dan rasa tunggal guru yang kuat, apalagi banyak diantara alumni Pondok Modern yang sudah beberapa lama saling tidak bertemu.

Melihat betapa eratnya pak Zar dengan beberapa alumni itu,  Mukari, yang menyertai beliau, merasa heran betapa eratnya hubungan antara guru dan muridnya tatkala bertemu. Melihat kenyataan itu, ia berkata: “begini pak, saya yakin cita-cita bapak akan tercapai, Pondok Modern akan abadi. Masa depannya cerah.”

Kata-kata yang dilontarkan Mukari di atas merupakan cita-cita Pak Zar untuk membina ukhuwah Islamiyah. Cita-cita untuk membuat suatu organisasi kekeluargaan bagi alumni Pondok Modern yang tercetus sejak Tarbiyatul Athfal kelihatan berjalan dengan lancar dan pengaruhnya yang semakin luas di kalangan masyarakat.

Setelah Kongres Muslimin Indonesia I itu selesai, para aluni yang hadir ketika itu sepakat untuk mengadakan pertemuan, membicarakan terbentuknya organisasi kekeluagaan bagi segenap alumni. Akhirnya pertemuan yang berlangsung di rumah salah seorang alumni Gontor bernama pak Dukhan di Ngasem, Yogyakarta, berhasil membentuk organisasi alumni yang disebut dengan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) pada tanggal 17 Desember 1949 yang diresmikan kemudian tahun 1951, dengan tujuan agar hubungan batin alumni dengan pondoknya tetap terpelihara.

KEPING II

Setelah terbentukyna IKPM, disusunlah AD/ART yang kemudian disahkan pada Kongres I atau Mubes I IKPM di Pondok Modern Gontor, pada 31 oktober 1951 yang bertepatan dengan Peringatan Seperempat Abad berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor, yang berlangsung pada tanggal 27 Oktober sampai dengan 4 November 1951.

Pada peringatan tersebut, IKPM mendapat amanat yang sangat berat, karena pada saat itu, pendiri Pondok Modern, KH. Ahmad Sahal dalam pidato sambutannya mengungkapkan bahwa Pondok Modern sejak saat itu bukan lagi milik para pendiri, tetapi diwakafkan kepada umat Islam dan pertanggungjawaban maju mundurnya diserahkan kepada para alumninya.

Masih di Peringatan tersebut, diresmikan pula Pengurus Pusat IKPM hasil pilihan Kongres I atau Mubes I IKPM dengan susunan sebagai berikut:

Ketua                   :   Ali Murtadho, Suroso BHS

Sekretaris           :  Ma’shum

Bendahara         :   Subani

Pembantu          :   Shoimun, Ihsanuddin, Samuri, Ghozali Anwar, Kafrawi,  Suadi, Idham kholid dan Sholihin.

KEPING III

Susunan pengurus hasil Kongres I yang disebutkan sebelumnya mengalami perubahan setelah diadakannya Kongres II pada tanggal 14 Oktober 1958, bertepatan dengan Peringatan Empat Windu Pondok Modern yang dilaksanakan pada tanggal 11 sampai dengan 17 Oktober 1985. Sebagai realisasi ungkapan pendiri Pondok Modern pada peringatan Seperempat Abad tentang penyerahan Pondok Modern dari milik keluarga menjadi milik umat Islam seluruhnya. Maka pada tanggal 12 Oktober 1985, Pondok Modern diwakafkan kepada umat Islam diserahkan kepada IKPM, diwakili okeh 15 orang alumni yang berbentuk suatu badan yang kemudian dikenal dengan nama “Badan Wakaf Pondok Modern”. Susunan Pengurus Badan Wakaf yang menerima amanat dan penandatanganan Piagam Penyerahan Wakaf adalah sebagai berikut:

Ketua umum  : K.H. Idham Kholid (Jakarta)

Ketua I             : Aly Murtadlo (Pacitan)

Ketua II           : Shoiman BHM (Gontor)

Sekretaris I    : Ghozali Anwar (Ponorogo)

Sekretaris II  : Abdullah Mahmud (Madiun)

Bendahara      : Al-Muhammady (Yogyakarta)

Bendahara II : Hadiyin Rifa’I (Jakarta)

Anggota      : Letkol Hasan Basri, Kapten Irchamni, H. Mahfudz Thohir, Aly Saifullah, Abdullah Syukri.

Penyerahan wakaf itu diawali pula dengan pidato sambutan dari K.H. Ahmad Sahal yang diantara isinya: “Yang kecil ini (Pondok Modern) supaya dibesar-besarkan, sebesar-besarnya. Seterusnya supaya menuju Universitas Darussalam yang mementingkan ilmu pengetahuan agama Islam dan bahasa Arab serta pengetahuan umum. Pada Kongres II tersebut berhasil disahkan susunan pengurus PP-IKPM sebagai berikut:

Ketua Umum   : Aly Murtadho

Ketua I               : Ghozali Anwar

Ketua II             : M. Syamsuddin P.

Sekretaris I      : Abdullah Mahmud

Sekretaris II    : Hasanuddin Fadli

Sekretaris III  : Muchlison Sj.

Bendahara I     : H. Mawardi

Bendahara II   : H. mahfudz Thohir.

Pembantu-pembantu PP-IKPM perdaerah:

Jakarta             : Kapten Mustahal, hadiyin Rifa’i dan Zainuri

Yogyakarta    : M. Sholihin, Al-Muhammady dan Kafrawi

Surabaya        : Abdurrahmim Ali, Najib Ghozali, Ma’sum Saadullah

Sumatera        : Wazir dan M. Syarof

Kaltim              : Abdullah Sani dan Masdar Damang

Sul-Ut              : Hamran dan Hamid Jibron

Komentar

BERITA TERKINI

Maklumat Perpulangan Santri Dan Santriwati tahun 2022/1443

 

Silaturahmi IKPM Gontor Cabang Brebes ke Kantor Pusat IKPM Gontor, Guna Mempererat Ukhuwah

Gontor –  PP IKPM Gontor menerima kunjungan silaturrahim dari IKPM Gontor Cabang Brebes di Kantor Pusat IKPM, Senin, 28 Februari 2022. Kunjungan ini dalam rangka menjalin silaturahim dengan PP IKPM Gontor. Dalam kesempatan ini, IKPM Cabang Brebes diwakili oleh 4 orang, diantaranya, Al Ustadz Dr. H. Sadzali G73, Al Ustadz Denny Irmawan G97, Al-Ustadz Jauhari G91 dan Al-Ustadz Mawardi G94. Sementara PP IKPM diwakili oleh Al-Ustadz M. Kurnia Rahman Abadi, MM. Dalam sambutannya Al Ustadz Denny Irmawan, selaku pengurus IKPM Cabang Brebes menyampaikan rasa kerinduan terhadap pondok yakni Gontor, “sampai kami mampir ke La Tansa guna mencari buku-buku karya K.H. Imam Zarkasyi”, ungkap beliau. Disamping itu, Dan beliau juga melaporkan kegiatan rutin berupa kajian dan taushiyah setiap 2 bulan sekali guna saling memberi motivasi, kajian ini tidak hanya diikuti oleh alumni akan tetapi juga wali santri. Dan beliau juga menyampaikan jumlah alumni di Brebes yang masuk ke dalam grup WA sebanyak 86...

Silaturahmi, Diskusi, Dan Sosialisasi Bersama Calon Pelajar

 Tegal - Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Tegal - Brebes bersama pengurus dan pengajar Edukasi Masuk Gontor (EMAGO) membuat acara silaturahmi bersama calon walisantri Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam silaturahmi ini membahas seputar pendaftaran Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun ajaran 1443/2022,  pada website resmi Pondok Modern Darussalam Gontor ada salah satu persyaratan yang pada tahun ini mengharuskan calon pelajar memiliki ijazah yang sudah berlegalisir, maka dari itu kami melihat kalender akademik sekolah yang pada dasarnya belum bisa memiliki ijazah sebagai salah satu persyaratan dalam pendaftaran. Kami selaku pengurus Edukasi Masuk Gontor bekerjasama dengan 2 pondok pesantren yaitu             1.  Pondok Modern IBS Kawit An-Nur                    Lokasi:  Jl. Muslimat Komplek Harjosari Kidul Rt. 08, Rw. 06, Desa.    ...

Pengajian 2 Bulanan IKPM Brebes Bersama Walisantri Bulan Januari

Brebes, Bulakamba - Rangka kegiatan bulanan, Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Brebes tetap optimis dalam kegiatan pengajian yang diadakan setiap 2 bulan sekali yang dihadiri oleh para alumni dan walisantri. Tepat pada tanggal 30 Januari 2022 bertempat di kediaman Al-Ustadz Jauhari, M.Pd, Allhamdulillah seluruh kegiatan pengajian telah lancar di laksanakan dengan baik, dalam acara tersebut sambutan oleh tuan rumah sendiri dan ketua IKPM Brebes, Al-Ustadz Denny Irawan, M.Pd.I, dalam pengajian kali ini disampaikan oleh AL-Ustadz Munawar Sander akan tetapi karena berhalangan hadir maka di wakilkan oleh Al-Ustadz Munawir Dalam sambutan tuan rumah oleh Al-Ustadz Jauhari, M.Pd menuturkan pentingnya ukhuwah islamiyah yang diajarkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor, barokah Gontor kepada para alumni, santri bahwasanya gontor mengatakan Ikatan Keluarga bukan Ikatan Alumni beliau begitu sangat mendalami makna yang terkandung didalam nya, bahwasanya lembaga pendidikan jarang yang me...

Takziyah Dan Penyerahan Tali Asih

  Brebes - IKPM Brebes mendapatkan sebuah berita duka atas meninggalnya ibunda dari santriwati Aulia Khoerotul Zahra kelas 2 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 Mantingan, atas persetujuan ketua IKPM Brebes, Ust. Denny Irawan, M.Pd.I untuk membuka donasi yang disebarkan kepada anggota IKPM Brebes dan walisantri daerah Brebes yang dibuka hanya seminggu dari diterimanya berita tersebut. Perwakilan walisantri Gontor Putri 2 menghubungi IKPM Brebes untuk bersama-sama takziyah dan penyaluran tali asih kepada ananda Aulia Khoerotul Zahra yang diwakilkan oleh ayahanda nya dikarenakan ananda sudah berangkat kembali ke pondok Takziyah dan penyerahan tali asih atas meninggalnya ibunda dari santriwati Aulia Khoerotul Zahra kelas 2 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 Mantingan, tali asih tersebut berasal dari walisantri Gontor Putri 2, Walisantri Brebes dan IKPM Brebes yang langsung di serahkan kepada pihak keluarga yang diserahkan oleh wakil ketua IKPM Brebes Al-Ustadz Jauha...